Bismillah ... Happy Reading ÷÷÷÷÷÷ Caca mengepalkan tangannya sampai urat-urat syarafnya terlihat. Pandangannya lurus kedepan, memperhatikan Meira yang berjalan santai dengan senyum manis dan wajah sombongnya. "Arggghhh, kenapa dia harus cantik lagi sih?!" teriak Caca frustasi. Tanpa disadari, ada seseorang yang mendengar ucapannya. "Sekeras apapun lo berusaha, tetap aja Meira memang cantik sejak lahir. Enggak kayak lo yang oplas." celutuk Gina. Ya, Gina yang mendengar ucapan Caca barusan. Gina berdiri dibelakang Caca dengan memandang punggung Caca mencemooh. Caca mengertakkan giginya. "Maaf, aku enggak tahu apa yang kamu maksud." ujar Caca polos, masih dengan posisi membelakangi Gina. Gina tertawa mendengar ucapan Caca yang terdengar sangat polos. Namun, jika Gina tidak jeli

