Bismillah ... Happy Reading ÷÷÷÷÷÷ "Assalamualaikum, Bunda! Anak perempuan satu-satunya ini pulang!" teriak Meikaira membahana. Kenan yang berada disampingnya harus menutup telinganya menggunakan kedua tangannya karena ia takut gendang telinganya pecah. "Enggak usah teriak-teriak!" teriak Melisa bernada kesal. Meikaira terkekeh pelan lalu berlari kecil menghampiri Melisa kemudian memeluk Melisa penuh kasih sayang. "Bunda kangen enggak sama, Mei?" tanya Meikaira seraya tersenyum cerah. Melisa menggeleng. "Enggak," sahutnya acuh tak acuh. Melisa melepaskan pelukannya dan berjalan menuju meja makan sambil membawa nasi goreng sedangkan dua pembantu lainnya membawa piring dan telur mata sapi. Meikaira mengerucut bibirnya sebal. "Hiks, Bunda jahat!" rengek Meikaira. Kenan mengg

