Part 40

1785 Kata

Bismillah ... Happy Reading ÷÷÷÷÷÷ Arka sibuk mengikuti kemanapun mobil Caca pergi dengan sengaja menjaga jarak beberapa meter saja. Sementara Lahar sedang mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan dan tangannya bergerak mengambil ponsel untuk menghubungi Meira. Panggilan terjawab, Lahar menempelkan ponselnya ke telinga. "Halo," sapa Meira. Lahar tidak menjawab, ia sibuk mengatur nafasnya yang belum stabil. "Har? Kenapa? Kalau lo cuma iseng, gue matiin nih. Gue lagi sibuk." ujar Meira dengan suara sedikit jengkel. "Ben--tar gue atur nafas du--lu," jawab Lahar secepat yang ia bisa. Meski kata-katanya terputus-putus. "Jadi?" tanya Meira. "Tante Melisa," kata Lahar menggantungkan kalimatnya. "Bunda? Lo tau Bunda gue di mana?" tanya Meira terlampau antusias. Lahar mengangguk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN