Bismillah ... Happy Reading ÷÷÷÷÷÷ Meikaira terus berlari dengan air mata yang membasahi kedua pipinya. Semua orang memandang Meikaira dengan tatapan penuh tanya dan kasihan. Meikaira tidak perduli dengan semua tatapan orang-orang yang melihatnya. Kenyataan yang baru ia ketahui itu sangat menyakiti hatinya dan seandainya saja Meikaira bisa memilih, lebih baik Meikaira tidak mengetahuinya sama sekali. Ah, bukan Meikaira, tetapi Meira. Meikaira merasakan reaksi tubuh Meira lagi. Namun, kali ini reaksinya empat kali lipat dibandingkan saat ia melihat Romeo dan Caca bersama. Bruk Meikaira menundukkan kepalanya dengan rambut yang menutupi hampir seluruh wajahnya. "Maaf," ucap Meikaira menahan tangis. Meikaira enggan menatap orang yang ditabraknya. Pasalnya, saat ini keadaannya terli

