Bismillah ... Happy Reading ÷÷÷÷÷÷ -Flashback On- Kemarin malam ... Lahar memainkan pulpen miliknya seraya menatap kosong dinding kamar. Pikirannya hanya terfokuskan kepada satu orang yaitu, Meira. Ya, Lahar masih memikirkan kejadian beberapa waktu yang lalu. Dimana dirinya sudah berperilaku kasar dan memalukan Meira didepan umum. Bahkan, ia tidak mendengarkan penjelasan dari Meira terlebih dahulu. Lahar menghela nafasnya dengan kasar. "Maaf," ucapan maafnya tertuju untuk Meira. "Maaf Mei, gue emang bodoh. Seharusnya gue enggak memperlakukan lo kaya tadi. Seharusnya gue nahan emosi gue tadi. Seharusnya gu-e... Arggghhh kenapa gue ngelakuin itu, kenapa. Maafin gue Mei." Lahar menundukkan kepalanya. Tanpa sadar air matanya 'pun menetes. Drttt Lahar melirik ponselnya yang bergetar.

