Bismillah ... Happy Reading ÷÷÷÷÷÷ Plak Suara tamparan terdengar nyaring di ruangan tersebut. Tapi, anehnya Meikaira tidak merasakan sakit sekecil apapun di area pipinya. Meikaira membuka kedua matanya dan tertegun melihat punggung tegap Kenan yang ada didepannya. Bruk Meikaira reflek mundur dan jatuh terduduk dengan kepala Kenan yang berada di pahanya. Meikaira melihat senyum manis Kenan dan tangan Kenan yang mengelus lembut pipi Meikaira. "Enggak pa-pa 'kan? Untung gue cepet, jadi pipi lo enggak kena tampar pria b******k itu." rancau Kenan. Meikaira mendengus pelan. Kenapa Kenan memikirkan dirinya yang baik-baik saja. Kenapa dia tidak memikirkan keadaannya sendiri. Dahi Kenan semakin banyak mengeluarkan darah, wajah Kenan di penuhi lembam dari pukulan Romeo dan pria paruh ba

