“Mamaku sakit,” ucap Kirana kalut. Tangannya gemetar. Alex sigap menepikan mobilnya dan mengambil alih telefon genggam Kirana yang jatuh di pangkuannya. Ia berbicara cepat dengan Mbak Rumi meminta informasi tentang kronologis cerita dan di rumah sakit mana mama Kirana dirawat. Air mata Kirana mengembang. Galau menguasai dirinya. Sebelumya, mama tidak pernah sakit serius apalagi hingga harus dirawat di rumah sakit. Seketika ia takut jika terjadi sesuatu pada diri ibu kandungnya tersebut, dan juga merasa bersalah karena telah mengabaikannya selama dua tahun ini. Menelefon hanya seperlunya, enggan mengunjunginya dan bahkan pernah menolak keinginan mama mendatanginya dengan alasan sibuk dengan pekerjaannya. Alex memutar arah kendaraannya. Dengan cekatan dan hati-hati ia mempercepat laju mob

