Angga pulang dengan kemarahan, dia ngebut di jalanan. Beberapa kali, dia memuku-mukul setir mobil. Menyesal atas semua yang telah terjadi tentu saja. Sesampainya di rumah, Nadia menyambutnya dengan heran. "Ada apa Mas? Kelihatannya kamu marah begitu?" tanya Nadia. Tapi, Angga diam tak berkata-kata. Dia dengan muramnya, langsung ngeloyor masuk ke dalam kamar. Nadia mengikutinya dari belakang, dalam benaknya dipenuhi pertanyaan tentang suaminya. "Kenapa dia? Apa ini ada hubungannya dengan Zara? Wanita itu selalu saja mengganggu kebahagiaan rumah tanggaku!" Nadia mengepalkan tangannya, kesal menyelimuti hatinya ketika nama Zara tiba-tiba saja muncul dalam pikirannya. "Aku benci kamu Zara!" gumamnya pelan. Sesampainya di dalam kamar, Angga langsung masuk ke dalam kamar mandi. Dia mengg

