Mengadu Keberuntungan

1021 Kata

Lani berdiri di depan pintu ruangan Nuri yang sedikit terbuka. Suara Nuri yang sedang menelepon dengan Tanto samar terdengar, membuat Lani kepayahan menahan tawa. "Ada apa, Kak?" tanya Putri merusak suasana hati Lani. "K-E-P-O!" Lani kembali duduk ke meja kerja baru yang tiga sudah hari ini menghiasi ruangan ini. Wajah Lani masih saja menyembunyikan tawa sejak tadi. Lani merasa lucu melihat Nuri yang sibuk mencari dan mengkhawatirkan suaminya yang menghilang, padahal Diki, sedang hidup dengan santai di rumahnya. Setelah berhasil mengagalkan keberangkatan Diki ke Merbabu, Lani juga berhasil mencegah Diki untuk pulang. Diki yang tadinya berniat meninggalkan Lani justru semakin nurut pada Lani. Dia bahkan dengan suka rela mengikuti keinginan Lani untuk tidak melewati pintu ke luar. E

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN