Diki sangat lama sampai ke taman, tempat yang ia janjikan untuk bertemu Alika. Alika dan Lani sudah bercucuran keringat karena kepanasan duduk di bangku taman. Diki masih sibuk mengembalikan motor yang jaraknya cukup jauh dan ia juga harus berganti mobil. Hampir tiga puluh menit berlalu hingga akhirnya Diki sampai, ia membunyikan klakson dan meminta Alika untuk naik tanpa turun dari mobil. Alika menghampiri Diki. "Pa, aku mau ngobatin kak Lani," menunjuk Lani yang masih duduk bangku yang berada di trotoar. "Ngobatin? Memangnya kenapa?" tanya Diki pura-pura tak tahu. "Nanti aku ceritain yang penting aku mau obatin kak Lani dulu," Alika berniat mengobati Lani di bangku taman. "Gini Alika, Papa gak bisa berhenti di sini karena ini jalan ramai. Lebih baik kamu ajak orang itu naik mo

