"Ra, lo nggak apa-apa?" tanya Dhia setelah mengetuk pintu beberapa kali. Berjalan mendekati Allura yang sedang duduk lesehan sembari menatap ponselnya dalam diam. Dhia mengambil duduk di sebelah Allura. Memperhatikan sahabatnya yang masih terdiam membuat Dhia menduga jika sudah terjadi pertengkaran antara Allura dan Elang. Dhia sempat mendengar suara Elang yang meninggi, walaupun tidak begitu jelas apa yang dibicarakan. "Lo nggak mau cerita sama gue?" pancing Dhia. Melirik ke arah layar ponsel Allura. Menampilkan ruang obrolan dengan nama Elang. Jika seperti ini, Dhia yakin keduanya benar-benar bertengkar. Allura menoleh, menatap Dhia tajam. Ada bekas air mata di pipi Allura yang mulai samar. "Kenapa lo nggak bilang gue soal ini?" Dhia menghela napas panjang. "Gue kira lo yang minta l

