BAB 29

728 Kata

Lain halnya dengan Sagara, Arven hanya mampu tersenyum sendu tanpa berusaha berbuat apa pun. Dia sudah kalah telak. Dia sudah terlalu jauh tertinggal di belakang Daniel. Apalagi Ocha terlihat lebih bahagia dengan sahabatnya. Lagipula ia tidak masalah dengan Daniel, meski bregajulan begitu, Daniel orang baik. Arven percaya dengan Daniel. "Niel, lo hati-hati bawa motornya. Jangan kebut-kebutan, entar Ocha jatuh di jalan lo nggak sadar lagi," kata Arven membuat Daniel tertawa, begitu juga dengan Ocha. Semua jam pelajaran sudah berakhir, bel pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Saat ini Ocha, Daniel, dan Arven berdiri di parkiran, tepatnya di samping motor Daniel. Kalau Arven, cowok itu membawa mobil ke sekolahan, sehingga kendaraannya berbeda tempat parkir dengan Daniel. Di sekol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN