Ocha menyenderkan tubuhnya pada kepala ranjang. Waktu masih menunjukkan pukul setengah delapan malam, dan ia sama sekali belum mengantuk. Lagipula, Ocha baru makan, tidak baik tidur sehabis makan. Itu akan membuat tubuhnya gemuk. Ocha sudah cukup kenyang mendengar Saga sering menyebutnya chubby, ia tidak mau sahabatnya itu juga menyebutnya gembrot. Diraihnya handphone yang sedari sore tadi tergeletak di atas nakasnya. Ketika ponsel pintar itu dihidupkan, Ocha tak mampu menahan senyumnya kala melihat nama siapa yang telah mengiriminya pesan. Kak Saga : Cha cha marica hey hey Cha cha marica hey hey Centang 2 tpi ga dibca ?? Ok ak mah apa atuh ?? Remahan micin di tanah ? Oermen chacha lo dmna *permen Udh plng belm? W mo minta laap Eh maap. Typo mulu hiks Td g bs jmpt lo. Lthn hr

