Sesampainya di halaman rumahnya, Aira langsung berjalan memasuki rumahnya. Baru saja ia membuka pintu ruamh ia melihat mbok Karsih menghampirinya dengan tergesa gesa. "Ada apa mbok?" tanya Aira mengerutkan dahi sembari mencengkram lengan mbok Karsih. "Ayah neng Aira..ayah neng Aira," ucap mbok Karsih menunjuk ke kamar Rico. "Ayah kenapa mbok!" seru Aira langsung berlari ke arah kamar Rico.. Saat membuka pintu, Aira membdlalakan matanya melihat Rico berdiri di depan jendela kamar dengan tangan kanan memegang sebilah pisau. "Ayah.." ucap Aira pelan menatap Rico sembari berurai air mata. Rico mengalihkan pandangannya menatap Aira, ia langsung bereakdi mengarahkan pisau pada Aira, "jangan mendekat, jangan menddkat!" jerit Rico. "Kalian telah mengambil Laylaku!" Aira menggelengkan krpala s

