Secerah di pagi hati, begitu pula semangat dan antusias Aira untuk berangkat ke sekolah juga mendapat kepercayaan Rico untuk mengelola perusahaannya yang sedang mengalami krisis. Gadis tomboy, dengan rambut terikat sembarangan berjalan penuh percaya diri memasuki sekolah. Dengan tatapan jengah ke arah May yang sudah menghadangnya di depan pintu sekolah. "Huffft" ucap Aira melenguh. "Minggir!" "Tidak," kata May, menyilangkan ke dua tangan di d**a. Aira menarik napas dalam dalam, ia tidak mengerti sampai kapan May akan terus mengganggunya, "maumu apa?" tanya Aira. "Hari ini, aku pastikan kau keluar dari sekolah ini." "Oya?" mata Aira berputar ke atas. May tersenyum miring, lalu ia menepi ke samping Aira. "Jalan!" May menyuruh Aira masuk menggunakan dagunya. Aira menatap lekat May sesa

