Rencana Aira

941 Kata

"Tok tok tok!" Aira mengetuk pintu rumah Arga. "Sepertinya tidak ada orang, Rei," ucap Aira. "Coba sekali lagi," kata Rei. Aira kembali hendak membuka pintu, namun pintu rumah ada yang membukanya dari dalam. "Aira? Rei?" sapa Arga dari arah pintu. Aira mengangguk sesaat, "Iya Pak," sahut Aira. "Ayo duduk!" Arga mempersilahkan Aira dan Rei duduk di kursi teras. "Tumben kalian datang ke sini?ada apa?" tanya Arga. "Aku dengar kau sudah berhenti sekolah, Aira?" tanya Arga lagi. Aira menganggukkan kepala. "Aku minta maaf, tidak datang di pemakaman Ayahmu, karena aku juga ada di Singapura untuk operasi mata Ibu," jelas Arga. "Jadi? Tante sudah bisa melihat sekarang?" tanya Aira terkejut. Arga menganggukkan kepala. "Ngomong-ngomong..kalian datang ke sini? ada apa? tanya Arga. Aira menun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN