Hujan

980 Kata

Setelah satu minggu di rawat, Rei di izinkan pulang oleh Dr. Kenzi asalkan Rei mengikuti semua saran dari Dr. Kenzi. "Sebaiknya kau tinggal di rumahku saja, biar aku bisa merawatmu Rei," ucap Aira. Rei membelalakan mata mendengar permintaan Aira, "apa kau sudah gila Aira? nanti kita di timpuki warga..hahahaha!" Aira menggaruk kepalanya di tertawakan Rei. "Terus? bagaimana?" tanya Aira tersipu malu. "Aku pulang ke rumahku, Aira..lagipula aku baik baik saja..jangan kau perlakukan aku seperti orang sakit, memang sih aku sakit. Tapi tidak harus begitu juga," goda Rei. "Ya sudah," sungut Aira. "Hei..jangan cemberut gitu dong," ucap Rei mencubit gemas pipi Aira. "Yuk, kita pulang sekarang." Aira menganggukkan kepala, lalu ia mengambil tas di atas meja, lalu Aira memegang erat tangan Rei da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN