Aira masih meringkuk di sofa, meski sudah bangun tapi ia masih memejamkan matanya dan enggan untuk bangun. Namun aroma masakan dari dapur membuat Aira bangun dan menatap ke arah tempat tidur yang biasa Rico tempati. Ia terkejut karena Rico tidak ada di tempatnya. Aira bergegas keluar kamar dan berlari ke arah dapur, ia bernapas lega saat melihat Rico tengah menuangkan s**u hangat di gelas. Aira langsung memeluk Rico dari belakang, "aku pikir ayah kemana," ucap Aira pelan. Rico melirik sesaat ke belakang, "ayah tidak tega mau membangunkanmu, Aira." Aira melepas pelukannya dan duduk di kursi, "ayah sudah sehat?" tanya Aira. Rico menganggukkan kepala, "kau mandi dulu, nanti kita sarapan bersama." "Baik yah.." sahut Aira. Ia berdiri lalu melangkahkan kakinya menuju kamar. Sementara Rico me

