Bab 21

1839 Kata

Hazal dan Khan berjalan-jalan mengelilingi halaman villa dengan menunggangi kuda sambil menikmati udara segar dan pemandangan hijau membentang, yang mengelilingi rumah berlantai dua bergaya klasik dengan kubah segitiga megah yang menjulang kokoh tertutup cat dinding keabuan. Tapak kuda itu berhenti ketika tiba di bagian belakang halaman yang menghadap ke arah kamar Cambria. Kening Hazal mengernyit, ia teringat dengan kejadian semalam megenai orang asing yang disebut-sebut gadis itu. Ia tak berpikir apa yang dikatakan Cambria adalah kebohongan namun tak menilai jika pengamanan di sana terlalu longgar untuk melindungi mereka. Lelaki itu ragu namun tak bisa menilai tanpa bukti pasti. "Oh, bukankah itu pelayan Anda?" Khan menunjuk ke arah Algi yang barusan saja berjalan meninggalkan deret po

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN