Bab 67

3078 Kata

Yang mulia... saya baru saja..." belum berapa detik ketika Alan membuka pintu ruang kerja Hazal, tiba-tiba lelaki itu segera menerjang tubuhnya, lalu mendorong ia tersudut ke tembok dengan kekuatan luar biasa besar, hingga wajah Alan memerah karena tercekik. "Kau... kau tidak membunuhnya seperti yang kuperintahkan padamu tempo hari?" mata Hazal menyalak penuh kemarahan. Giginya gemertakan disertai emosi yang meledak-ledak. Ia menekan leher Alan makin keras, hingga pria itu terbatuk karena sesak. "Siapa ... maksud ... Anda?" ucapnya dengan susah payah "Kau tidak membunuh Algi 'kan?" mata Alan terbelalak seketika, ia memegang tangan Hazal dan bergulat dengannya beberapa saat untuk melepaskan diri dari cekikan yang membuatnya bisa saja mati. Ketika kakinya telah menapak tanah dengan baik,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN