Bab 11

1608 Kata

dan kau pergi begitu saja di hari pertama. Kau bahkan tidak menyambutnya ketika acara penyambutan dan pergi lebih cepat dibandingkan tamu lain. Apa kau tidak tau kalau sikapmu itu benar-benar buruk?" Cambria hanya berpaling lalu tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya. "Apa kau akan membiarkannya pergi Hazal?" sambung Lady Inha lagi. Lelaki yang mengenakan pakaian kasual itu tampak menyapu bibirnya dengan serbet makan. "Kau tidak boleh pergi" langkah Cambria berhenti. Ia berbalik sekali lagi. "Biasanya Anda tidak peduli?" "Kau tidak bermaksud membantah 'kan?" timpalnya tak menggubris pertanyaan itu. "Hazal" sela Lady Arabela. "Dia bisa menemui perdana menteri di sini. Aku rasa dia lebih sering meninggalkan istana dan menghabiskan waktu di luar" selanya menimpali ucapan ibunya. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN