Happy reading.. Typo koreksi ya... ___ Lampu ruang keluarga masih menyala menandakan jika sosok di ruangan itu belum beranjak sama sekali. Jarum jam bahkan sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, dan sosok itu masih menatap kosong ke depan. Ia mengusap wajahnya kasar bersamaan hembusan napas berat. Bodoh kenapa lo lakuin itu sama dia Arkan. Dasae b******k. Umpatnya dalam hati menyumpah serapahin dirinya sendiri. Kepalanya menoleh kesamping menatap pintu tertutup rapat dengan jarak 3 meter dari tempatnya tersebut. "Maaf Rissa. Aku benar-benar minta maaf." Ucapnya pelan menyesal. Arkan duduk bersandar karena lelah menunggu berharap wanita itu keluar dari kamarnya meski sebentar. Hari semakin larut, matanya tidak bisa lagi di tahan. Arkan Pramudya Angkasa bangkit berjalan gontai menuju

