TERJERAT CINTA MAS DUDA 24 "Setialah sama saya, Khalisa. Jangan pernah pergi." Hadyan menghentikan aktivitas makannya sejenak, menatap Khalisa serius. Sorot matanya sendu dan penuh harap. Dia sudah cukup lelah oleh rasa sakit atas kehilangan, saat ini hanya ingin belahan jiwanya itu selalu ada, terus mencintai dan bersama dengannya selamanya. "Insya Allah." Khalisa menyahut cepat. Senyum tipis begitu saja menghias bibirnya. Tidak perlu berpikir panjang untuk menjawab. Hatinya sudah mantap untuk mengabdikan diri sebagai istri Hadyan, menemani laki-laki itu di sisa umurnya. "Mas juga harus setia sama aku," pintanya. "Insya Allah. Saya sudah merasakan sakitnya dikhianati. Semoga Allah melindungi saya dari sifat demikian, menjaga hati saya hanya untuk kamu." "Aamiin." "Aamiin. Habiskan m

