TERJERAT CINTA MAS DUDA 27 "Maaf saya telat." Hadyan berbisik lembut sembari memeluk Khalisa erat. Kecupan bertubi-tubi dia labuhkan pada ubun-ubun kekasih hatinya itu, sebagai ungkapan syukur tidak terjadi sesuatu yang buruk. "Seharusnya saya datang lebih awal," ucapnya menyesali diri, "kamu enggak apa-apa 'kan?" Khalisa hanya bisa menanggapi dengan menggeleng. Dia belum bisa mengeluarkan suara pasca dikunci Radit dalam mobil tertutup, masih merasa syok dan ingin menumpahkan segalanya di d**a Hadyan. Hanya dalam dekapan laki-laki itu saat ini hatinya merasa tenteram dan terlindungi. "Sudah. Tenang. Semua sudah berakhir dan baik-baik saja. Ada saya di sini. Saya akan selalu menjaga kamu." Hadyan terus memeluk Khalisa erat. Seolah ingin meleburkan istrinya itu ke dalam dirinya agar tida

