"Halo... ya dapa, Ma?" "Kamu sama Mil dimana?" "Di bis, mau balik." "Ada apa? Tadi Mama sama Papa dimintai tolong untuk jemput Budhe Ratih di bandara. Pas balik kalian sudah gak ada." "Iya, Aidan sama Mil balik dulu. Ntar aja ngobrolnya di rumah." Aidan memutuskan sambungan teponnya secara sepihak. Mood-nya sedang tidak baik. Jika memang nantinya mama dan papanya pun akan mencoretnya dari daftar keluarga, dirinya tak peduli. Ia masih bisa mengusahakan kehidupan yang baik untuk anak dan istrinya kelak. Aidan membenarkan posisi kepala Carmila agar lebih nyaman di bersandar padanya. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan kembali dengan menggunakan bis karena memang Aidan tidak membawa kendaraan sendiri. Ia menggenggam tangan mungil sang istri. Amarahnya masih menggelegak ketika menginga

