Aidan menggebrak meja kerjanya, kemarahannya mencapai batas toleransi Aidan. Apa yang ia takutkan selama ini menjadi kenyataan, dan yang membuat perasaannya semakin berantakan adalah, semua kembali terjadi pada Aleron. Tapi tidak! Aidan tidak akan membiarkan Aleron-nya berakhir sama seperti... Aleron. Beberapa menit yang lalu, Carmila menghubunginya dan mengatakan Aleron tidak berada di sekolah. Guru Aleron menghubungi Carmila u tuk memberitahukan tugas yang harus dikumpulkan esok hari, karena Aleron ijin pulang lebih awal. Sang guru mengatakan ada pengawal suruhan Aidan yang diutus untuk menjemput Aleron, ada keperluan keluarga. Aidan memegang kepalanya yang serasa mau pecah. Bayangan kakak kembarnya, Aleron bersimbah darah dengan tubuh tercabik terus menghantui. Dadanya terasa sesak, k

