BAB 15

1898 Kata

Pagi-pagi sekali Akang sudah berangkat ke bandara menuju Semarang dan saat ini aku tengah bersiap untuk pergi ke kampus setelah sebelumnya menelepon Ibu Mertuaku yang mengatakan jika beliau sangat merindukanku. Sebenarnya aku pun juga sangat merindukannya terlebih selama ini Ibu selalu menyayangiku seperti putri kandungnya sendiri dan aku pun juga telah menganggapnya sebagai Ibuku sendiri. Sehingga perasaan bersalah selalu datang setiap kali mengingat jika aku dan Akang yang lebih memilih untuk menunda memiliki momongan di saat Ibu begitu menantikan dan mengharapkan kehadiran seorang cucu. Apa aku salah jika aku menjadi semakin egois sekarang? Aku tahu bahwa pernikahan ini didasari karena keinginan Ibu untuk segera mendapatkan cucu. Akan tetapi seperti perkataan Akang tempo hari, apa ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN