“Akang.” Gadis masuk ke ruang kerjaku dengan sebuah nampan berisi secangkir teh dan kue buatannya. Aku yang melihatnya seketika mengalihkan fokusku dari laptop menjadi ke arah dirinya. “Makasih sayang.” Gadis meletakkan makanan dan minuman yang dibawanya namun setelah selesai dirinya masih saja berdiri di dekatku sehingga aku pun menjadi sedikit bingung dengan sikapnya ini. “Apa ada sesuatu yang ingin Eneng bicarakan ke Akang?” “Apa saat ini Akang sedang sibuk?” tanyanya sambil menatap ke arah meja kerjaku yang bukan hanya terdapat laptop tetapi juga beberapa kertas berisi laporan perusahaan yang sedang aku periksa. “Memangnya kenapa sayang?” “Kalau Akang tidak sibuk, Eneng mau minta ditemani ke toko buku soalnya ada buku yang harus Eneng beli sebagai bahan ujian besok lusa.” “Bukann

