BAB 9

1150 Kata

Richard datang. Richard masuk ke kantorku sambil terus menatapku lekat kemudian dirinya duduk di sofa dan tanpa berbasa-basi dia pun langsung berkata, "Sepertinya kamu berbahagia Muda." aku hanya bisa terdiam, antara bingung atau mungkin enggan menanggapi ucapan sarkasnya tersebut untukku saat ini. "Saya datang ke sini karena masalah pekerjaan jadi jangan memandangi saya seperti itu." "Masalah proyek di Semarang akan segera diselesaikan kamu tenang saja dan maaf karena membuatmu khawatir. Saya akan segera menyuruh salah satu staff untuk melakukan diskusi lanjutan dengan para pekerja di sana dan semoga saja semuanya berjalan lancar." "Baiklah, lagi pula saya hanya ingin memastikan semuanya kembali." kami berdua kemudian saling terdiam, menyelami pikiran masing-masing. Sekali lagi, aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN