"Bisakah kita bertemu? Kumohon.” aku sedikit ragu untuk membalasnya namun lagi-lagi dengan pemikiran mungkin karena pekerjaan, aku pun memutuskan untuk menghubunginya kembali. "Ada apa Richard? Mengapa kamu menghubungiku pagi-pagi sekali seperti tadi?" "......" "Jika ini bukan soal pekerjaan maka jangan pernah menghubungiku lagi karena aku tidak ingin menyakiti istriku." "......" "Lupakan Richard, itu hanya masalalu." "......" "Maaf Richard jawabanku masih tetap sama seperti kemarin. Aku tidak mungkin kembali bersamamu dan mengenai kerja sama kita aku akan meminta seseorang untuk menggantikan diriku karena kurasa ini yang terbaik untuk kita berdua saat ini." setelah mengatakan semuanya aku pun segera memutuskan telepon kami secara sepihak dan dapat aku rasakan jika ternyata pengaru

