Darius sudah berada di dalam garasi rumahnya, ia masuk ke dalam rumah dengan mengendap - endap, ia malu jika ketahuan Anetta kalau kembali pulang. Merasa tak ada Anetta, ia pun menarik napas dengan lega. "Huft, untung saja si Anet di kamar jadi ga akan ketahuan deh," ujar Darius dengan tenang. "Siapa yang ga akan ketahuan?" tanya Anetta yang muncul dari dapur sambil mendekap sekotak es krim rasa vanilla menatap Darius dengan kesal. Darius menjadi salah tingkah, ia ketahuan dan sekarang menjadi bingung harus menjawab perkataan Anetta. Ia malu untuk mengakui kesalahannya. "Yaa udah kalau ga mau bicara, mending aku ke kamar deh," ucap Anetta langsung membuang mukanya berpura - pura marah padahal dalam hatinya, ia sangat senang Darius sudah pulang. Ia pun melangkahkan kakinya. "Maaf

