Deanova segera menggendong tubuh Aira ke luar dari kamar namun tiba-tiba sebuah pistol menghadang tepat di pelipisnya. "Dia milikku." Door. "Cepat bawa Aira pergi," teriak Delon setelah berhasil membidik tangan Bryan lalu bersembunyi di balik tembok sembari menembaki anak buah Bryan yang terus menyerang. "Sial, ternyata mereka makin bertambah," umpat Delon sembari mengeluarkan pistol berjenis revolver lain dari dalam jaketnya dan kembali membalas serangan musuh dengan kedua tangannya. Delon tak menyangka datang serangan baru dari luar padahal tadi semua anak buah Bryan sudah ia lumpuhkan bersama timnya. Perang tembakan tak terelakkan. Rahang Deanova mengeras lalu menurunkan tubuh Aira, menyembunyikan di balik punggungnya. "Beraninya kau menyentuh wanitaku!" Teriak Deanova lalu memukul

