Lima tahun kemudian... "Aku punya hadiah spesial untukmu, semoga kamu suka!" Bisik Aira seraya memainkan ujung jarinya di atas d**a polos Deanova dengan membuat garis-garis abstrak di sana. "Aku tidak membutuhkan hadiah apapun, bagiku kamu dan buah hati kita adalah hadiah terbesar dalam hidupku," balas Deanova lalu meraih jari jemari Aira yang bermain-main di atas dadanya, ia kecup satu persatu ujung jari lentik milik istrinya tersebut. "Tapi ini benar-benar hadiah spesial dariku!" Rajuk Aira lalu memaksa bangkit dari atas d**a Deanova yang masih tak rela melepaskan tubuh Aira setelah pergulatan panas mereka. Aira meraih pakaian yang tergeletak di tepi ranjang lalu memakainya. Dengan senyuman penuh arti Aira membuka laci nakas yang terletak di sisi ranjang dan mengambil hadiah spesial

