Tiga bulan sebelumnya Violetta jatuh pingsan saat mendengar anak sulungnya meminta maaf padanya. Kini Bayu tengah menunggui sang mami Yang belum juga membuka matanya padahal tadi neneknya sudah mengolesi minyak kayu putih ke hidungnya. Sementara anggota keluarga lainnya masih setia berdiri di ruangan Leodra, setelah menunggu lama akhirnya sang mami pun membuka matanya. Violetta menatap kosong pada langit-langit ruangan itu, seketika perasaan sesak kembali mendera. Violetta kembali terisak, napasnya tercekat karna menahan tangis. Bayu yang mendengar suara isakan tangis pun mengangkat kepalanya dan menatap sang mami yang berusaha menghentikan isak tangisnya. "Mami..." panggil Bayu lirih "Hiks... Adek kamu bang, dia.. dia ninggalin mami." ucap Violetta dengan tersendat-sendat. "Gak mi

