"Mama kasi minum?" Ayya menggeleng. "Mau makan sesuatu?" Ayya menggeleng. "Mau tidur?" Ayya menggeleng. "Mau peluk?" Ayya menoleh menatap mamanya yang sejak Ayya bangun sampai sekarang tidak pernah meninggalkannya sama sekali. Ayya merentangkan tangannya yang disambut Arinka dengan senyuman manis, memeluk putrinya dengan sayang. "Ayya capek," bisiknya pelan. "Iya, capek itu lumrah. Kalau mau nangis mama temenin sampai kamu puas." balas Arinka. "Kenapa kehidupanku sekarang berubah? Kenapa selalu saja ada alasan untuk menangis? Ayya pengen kayak dulu lagi, Ma. Bukan nangis terus kayak gini, hadepin masalah terus, capek." Arinka tidak membalas, hanya mengelus punggung putrinya untuk menenangkannya. "Diantara banyaknya orang didunia ini, kenapa harus aku yang mengalami semua

