97 - Lamaran + Syukuran

2056 Kata

Rumahnya yang selalu identik dengan ketenangan dari berbulan-bulan lalu kini ramai, walaupun masih terkesan ramai biasa tapi Ayya terlihat agak sedikit risih karana ada beberapa orang yang tidak Ayya kenal sama sekali, banyak orang asing. Seperti orang menyapanya barusan, memberikan selamat padanya malahan salaman. Mengajak Ayya selfie untuk kenang-kenangan, Ayya sebagai tuan rumah yang baik tentu akan menuruti kalau tidak nanti akan dicap buruk. "Jangan memasang ekspresi wajah seperti itu, nanti kamu dikira terpaksa menerima lamaranku." bisikan itu membuat Ayya mau tak mau kembali tersenyum manis, sebagian orang akan segera memakan makanan yang dihidangkan setelah itu pamit. Acara lamarannya sudah berlangsung sejak dua jam lalu, jangan berpikir terlalu jauh apalagi membayangkan Ayya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN