"Masa sih! Gue kok agak ragu ya?" Ayya menoleh kesamping, pengujung yang baru duduk itu langsung berbicara. Awalnya Ayya mengira orang itu berbicara sendiri ternyata sedang menelpon dengan seseorang, terlihat jelas dari headset yang dia pakai. "Alah! Jangan curhat sama gue lo ya! Kemarin lo juga disakitin, bilang sama gue engga akan maafin dia. Ehh besoknya malah buat status berdua sama dia, dahlah! Makan hati aja terus." Laptopnya masih terpampang tabel perincian pembukaan cabang terbaru, Ayya akan berusaha semaksimal mungkin menyelesaikannya minggu ini agar bisa di segerakan. Ayya ingin melihat bukti, bukan hanya perencanaannya semata. Tapi ya tapi. Ayya mana mungkin bisa fokus jika orang dibelakang sana terus saja mengoceh tanpa henti. Bisa sebenarnya Ayya mengerjakannya didalam r

