Part 44 : Argumen Happy Reading ^_^ *** “Adik, lo mau buah? Gue kupasin ya?” tawar Laura dengan senyum yang terpatri lebar. Tapi alih-alih tersentuh dengan sikap baik kakaknya, Clara malah ternganga. Dia bergidik. “Tolong jangan senyum kayak gitu. Horor gue liatnya.” Senyum Laura langsung lenyap. Matanya memicing. Sepertinya sang adik benar-benar sudah sehat. Kalau Clara bukan adiknya yang sedang sakit, Laura pasti akan memberi pelajaran pada mulutnya yang tidak sopan. Sudah dibantu tapi masih memanggil kakaknya dengan kurang ajar. Hanya Clarance Juarsa yang bisa melakukan itu. Tidak heran sekali. “.... dan gue nggak mau buah. Gue mau ngomongin yang lain.” Detik itu juga Laura langsung tahu kalau yang akan dibicarakan oleh adiknya pasti tentang aksi penyamarannya. S

