Part 54 : Perdamaian Happy Reading ^_^ *** Sesuai dengan instruksi pelatihnya, Laura sudah ada di bandara lebih awal. Dengan Mamanya dan sang adik, mereka bertiga duduk menunggu waktu check in. Mamanya menggenggam tangannya dan Laura menampilkan senyumnya yang paling manis. “Mama hati-hati ya di sini dengan Clara. Kalau dia nakal, jewer saja telinganya supaya dia jera.” “Gue tuh udah gede ya, Kak. Nggak perlu lah sampe dijewer-jewer biar sadar. Lagian biasanya yang bikin Mama repot kan lo, bukan gue.” Sahut Clara dengan nada tidak terima. Ivanna tersenyum. “Kamu seharusnya nggak perlu memikirkan Mama, Laura. Kamu harusnya memikirkan diri kamu sendiri. Mama di sini bersama Clara sedangkan kamu sendirian di Kanada.” “Kan aku sama pelatih aku, Ma.” Ivanna menghela napas. Dia tidak pua

