Part 52 : Maaf dan Terima Kasih Happy Reading & Enjoy All *** Daniel menjatuhkan kepalanya ke ranjang dengan frustrasi. Matanya menatap nyalang langit-langit kamarnya. Lalu beberapa saat kemudian dia meremas kepalanya dengan gemas. b**o banget sih lo, Daniel! Umpatnya dalam hati. Rasa jengkel yang melingkupinya benar-benar membuat mulutnya menjadi tidak terkendali. Laura datang kepadanya karena menganggap Daniel sebagai orang yang special, makanya dia membagikan berita –yang dianggapnya- membahagiakan itu ke dirinya. Tapi bodohnya Daniel karena membalas Laura dengan kalimat egosinya. Dia sudah melukai perasaan Laura dengan kalimatnya tadi. “Gue nggak pengen baik lo atau gue punya rasa obsesi yang berlebihan hanya karena kita terjerat dalam status pacaran. Demi Tuhan, Daniel, kita mas

