Bab 153

2148 Kata

Suara tangis bayi memecah suasana sore yang tenang di taman kota. Burung-burung yang tadi hinggap di dahan bahkan beterbangan karena kaget, dan beberapa orang yang sedang duduk di bangku taman ikut menoleh ke arah keluarga kecil itu. Di atas kursi taman, Alvano yang duduk di pangkuan Sarah menangis keras sambil menatap ke arah ayahnya, matanya yang bulat dan basah seperti meminta sesuatu dengan sungguh-sungguh. “Vin! Cepat kasih dia, kasihan tuh, nangisnya sampai sesenggukan!” ucap Sarah dengan nada panik sambil berusaha menenangkan putranya yang baru berumur satu tahun itu. Kavindra, yang sedang memegang cone es krim cokelat di tangannya, menatap bayi kecil itu dengan wajah datar tapi geli. “Sayang, ini es krim. Dingin. Gula semua. Dia masih bayi satu tahun. Nanti batuk atau malah demam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN