Pagi itu, halaman kampus tujuan mereka dipenuhi mahasiswa baru yang sedang mengambil formulir. Clara berjalan di samping Alvano, menggenggam mapnya erat, sementara tatapan banyak gadis langsung bergerak mengikuti langkah Alvano seperti magnet yang kuat. “Van… mereka lihat kamu semua,” bisik Clara sambil menunduk sedikit. “Aku cuma jalan, Clar,” jawab Alvano santai. “Aku nggak minta dilihatin.” “Tapi mereka tetap lihat,” gumam Clara, mulai memanyunkan bibir. “Banyak banget.” Alvano menoleh, menahan tawa. “Cemburu?” Clara mendelik. “Nggak!” “Keliatan banget, Clar.” “Aku bilang nggak!” Alvano tertawa pelan dan merangkul bahu Clara, membuat seluruh gadis yang melihat langsung membelalak. Ada yang berbisik-bisik, ada yang mendesis tidak suka, bahkan ada yang langsung membenarkan rambutn

