Kai berjalan dengan gontai memasuki rumahnya, penampilannya terlihat acak-acakan. Rambutnya berantakan tak seperti biasanya. "Bisa-bisanya aku harus mengurus dia lagi!!." Terdengar suaranya yang bernada berat, sambil terus melangkah menuju arah dalam. Dan kedatangannya disambut oleh bibi Ratih. "Pak! Nona Rania belum pulang sampai saat ini, bibi khawatir terjadi sesuatu padanya di luar." Kai segera menghentikan langkahnya, dia menoleh menatap pada asisten rumah tangganya itu. "Memangnya dia keluar?." Pria itu segera bertanya dengan dahi mengerut. "Iya! Tadi dia bilang ingin berbelanja. Tapi sampai saat ini dia belum pulang, dia juga tidak menelpon, bibi benar-benar khawatir." Kai segera meraba ponselnya, dia baru ingat kalau tadi Rania menghubunginya. "Tidak tersambung!! Ponseln

