"Pakai cepat!!!." Hardik Rendy melempar sebuah bungkusan di hadapan Rania. "Aku tidak ingin memakainya, Aku hanya ingin keluar dari tempat ini. Aku tidak mau bersamamu." Rania segera berlari kecil menuju arah pintu. Namun dengan cepat Rendy menjangkau tubuh kecilnya. Buukkk!! "Kamu benar-benar pembangkang!! Awas saja kamu nanti jika kita sudah menikah. Aku bersumpah akan menyiksamu sampai mati. Dasar wanita tidak tahu diri!! Cepat pakai!!." Rendy terlihat benar-benar geram sambil berkacak pinggang di hadapan Rania yang berada di lantai. "Kamu yang sialan, pria penghianat!! Aku sangat membencimu!!." Teriak Rania tidak mau kalah. Dia segera bangkit berdiri dan hendak memukul Rendy. Namun pria itu langsung menggambar pipinya dengan begitu kuat. Pllaakkkk!!! Rania kembali terhuyu

