Dua Puluh Enam

1168 Kata

Sontak saja, Kai dan Rania langsung menoleh. Sherly sudah berdiri di sana dengan bersimbah air mata. Kai santai saja melihat mantan istrinya, dia bahkan segera meraih tangan Rania lalu digenggamnya erat. Tatapannya begitu sinis kepada Sherly yang kini berdiri di hadapannya. "Memangnya kenapa kalau saya menikahi Rania? Tidak bolehkah? Saya rasa tidak ada masalah, kami berdua wajar jika menikah. Karena kami sama sekali tidak memiliki pasangan." Kainan akhirnya berbicara, dengan menggenggam tangan Rania. Dia maju dan tepat berdiri di hadapan Sherly, jelas sekali terlihat Mantan istrinya itu sangat putus asa. Raut kesedihan tak bisa disembunyikan dari wajahnya. "Kenapa Kai? Apa kau berniat membalas dendam padaku? Karena dulu aku meninggalkanmu? Padahal aku sudah memberi kesempatan untuk hu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN