"Masih sakit?" "Enggak." "Jangan bohong. Periksa dulu deh." "Gak usah, Kak. Udah gak apa-apa kok." Elkan menghela napas panjang. Mulut Sissy mengatakan tidak apa-apa, tapi perubahan sikapnya yang kentara membuat Elkan tidak percaya. Sejak melajunya mobil dari taman, Sissy seakan tidak mau memalingkan pandangannya dari kaca mobil. Elkan curiga kalau sebenarnya perut istrinya ini masih sakit. Ia takut terjadi apa-apa pada sang buah hati di dalam sana. Sementara itu, Sissy terus menggerutu dalam hati karena sesak di dadanya tak kunjung hilang. Semakin Elkan bertanya, semakin sakit pula yang Sissy rasakan. Perutnya memang tidak apa-apa, hanya saja ada yang tidak beres dengan hatinya yang berdenyut sakit saat melihat Elkan berbincang akrab dengan perempuan lain. Sissy selalu meyakinkan dal

