Siapa Tahu Sebentar

1270 Kata

Malam semakin larut. Elkan bersandar di kepala ranjang sambil mengerjakan sesuatu di laptop yang ada di pangkuannya. Sementara Sissy yang berbaring disebelahnya tampak gelisah. Sambil memainkan kedua telunjuk tangannya, Sissy curi-curi pandang kepada Elkan yang sama sekali tidak mempedulikannya. "Duh, ini enaknya gimana ya? Ngomong apa jangan? Kalo ngomong nanti dia bakal ngira gue cewek gatel atau enggak? Tapi kalo gak ngomong...." Sissy berdecak pelan. Memejamkan matanya sejenak sambil menggigit bibir bawahnya. Dilema antara mengungkapkan keinginannya kepada Elkan atau justru diam saja. "Tidur. Lo gak liat ini udah jam berapa?" Elkan bersuara tanpa memalingkan pandangannya dari layar laptop. "Mmm.... Kak." "Apa?" "Eh, gak jadi deng." Elkan terlihat acuh, sementara Sissy mengumpat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN