Jujur

2034 Kata

"Gue udah diparkiran." Elkan memasukan ponselnya ke dalam saku setelah memutus sambungan telepon. Langkah lebarnya membawa pemuda itu menyusuri koridor menuju ruangan yang dia tuju. Elkan memang pergi ke Jogja, tapi bukan restoran yang menjadi tujuannya. Tidak ada urusan yang mesti dia selesaikan di sana. Bukan maksud ingin menyembunyikan sesuatu dari Sissy, Elkan hanya merasa ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan yang sejujurnya. Elkan masuk tanpa mengetuk pintu. Kedatangannya membuat Vino yang semula duduk segera bangun. Seorang perempuan terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Selang infus terpasang di punggung tangan kanannya. Bibir pucat itu kini tersenyum. "Hai, Babe." Elkan melangkah mendekati Agnes. Menatap kondisinya sambil berdecih dalam hati. Sungguh malang nasi

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN