Tertulis di Lauhul Mahfudz

1207 Kata

"Kalila, kamu tak boleh terlalu percaya pada Mamamu." "Hah? Kenapa Nenek bilang gitu? Apa sebenarnya ..." "Jadi ... gagalnya pernikahanmu dengan Dewa ada campur tangan Mamamu." "Apa? Ap- apa maksud Nenek?" Mata Kalila melebar karena terkejut. Ia seolah tak ingin percaya pada apa yang didengarnya. Tapi selama ini Neneknya tak pernah membual, apalagi untuk hal sepenting ini. Seketika dadanya serasa diganjal sesuatu yang membuatnya sesak, hingga dua mata pun memanas. Ia bisa merasakan, air telah menggenang di pelupuk mata. Wanita yang begitu disayangi, dicintai dan dipercayainya, justru adalah wanita yang menghancurkan masa depannya. Bukankah sudah cukup menyakitkan ditusuk dari belakang oleh adik sendiri? 'Kenapa Mama melakukan hal yang sama dengan Qinara?' "Ya. Ini mengerikan, Kalil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN