"Pramana, apa kamu tidak mengendus ketidak beresan sikap Miranti pada Kalila?" Nenek menautkan kedua alisnya memikirkan hal itu. "Apa maksud Nenek?" tanya puteranya itu. Menurutnya selama ini Miranti tak membeda-bedakan antara Kalila dan Qinara. "Justru yang aku merasa aneh, kenapa Kalila pergi di saat adiknya seperti itu," tukasnya heran. "Nah! Sudah kuduga kamu akan berpikir Kalila yang salah di sini. Tujuan mereka terwujud sekarang." "Hem?" Pramana menarik kepalanya. Pria itu memicing ke arah wanita tua di hadapan. "Apa maksud Nenek?" "Jika aku membongkar sebuah rahasia besar. Apa kamu akan percaya?" tanya Nenek lagi. Pramana terdiam sejenak. Berpikir. "Apa ... ada hal besar yang tidak aku tahu, Bu?" Nenek mengangguk. "Dan kamu sebagai kepala keluarga harus tahu. Ck. Bagaimana

